Staycation sebagai Tren Liburan Singkat Perkotaan

Staycation tren liburan para generasi muda yang sekarang lumrah untuk dilakukan. Liburan staycation jadi style liburan baru di tengah padatnya aktivitas dan keterbatasan waktu. Ini sangat jauh dari stereotip liburan panjang yang butuh waktu lama dan jauh.

Konsep liburan ini dilakukan di dalam kota dan memungkinkan siapa saja bisa mengambil waktu istirahat mereka. Tidak perlu mencari waktu yang tepat dan mengeluarkan biaya terlalu banyak. Contohnya adalah menginap di villa atau hotel yang ada di perkotaan.

Apa Itu Staycation?

Istilah ini sudah sangat populer, terutama di internet. Dari namanya, staycation merupakan gabungan dari stay yang artinya tinggal dan vacation yang artinya liburan. Secara harfiah, artinya adalah liburan di tempat tinggal.

Konsep liburan ini adalah tetap berada di kota tempat tinggal atau bahkan di rumah sendiri, tapi kegiatannya adalah aktivitas relaksasi dan rekreasi seperti sedang liburan di tempat jauh. Semakin maraknya orang yang ingin staycation, banyak pebisnis yang jadikan lahan bisnis baru.

Contohnya adalah hotel, glamping, homestay, atau Airbnb. Selain itu, juga bisa melakukan staycation dengan keluarga atau teman di vila sewaan.

Kenapa Staycation jadi Tren?

Staycation tren liburan jadi pilihan tentu tidak hanya karena FOMO belaka. Tren liburan staycation jadi pilihan yang disukai banyak orang karena:

1. Tidak Perlu Itinerary

Sederhana dan cepat. Liburan staycation tidak butuh itinerary yang merepotkan karena sangat mudah untuk direncanakan. Tujuan dari staycation adalah beristirahat sejenak dari jenuhnya keseharian, bukan untuk mengeksplor tempat baru atau kuliner seperti berwisata.

2. Harga Terjangkau

Pertimbangan utama setiap liburan tentunya adalah anggaran liburan. Biasanya, orang harus menabung terlebih dahulu untuk bisa liburan ke tempat yang jauh. Akan tetapi, staycation lebih terjangkau dengan hanya menyewa akomodasi.

3. Efek Refreshing

Meski tidak pergi jauh, staycation tren liburan jadi trip yang memberikan efek refreshing yang sama. Ini tentu jadi alternatif liburan yang sangat diminati. Bisa kabur dari rutinitas yang melelahkan dengan harga murah tapi punya efek yang sama seperti liburan jauh.

Manfaat Staycation

Meski tidak liburan jauh, bukan berarti staycation tidak punya manfaat. Tidak hanya untuk menghilangkan suntuk, tapi juga banyak manfaat lainnya.

1. Menghindari Stres di Jalan

Biasanya selama liburan jarak jauh, stres di jalan jadi hal yang tidak bisa dihindari. Contohnya, macet di musim liburan membuat orang-orang sudah lelah di perjalanan dan tidak bisa menikmati liburan.

Berbeda dengan staycation yang masih berada di perkotaan. Tidak perlu menghadapi stres selama perjalanan karena jarak tempuh yang tidak jauh. Hal ini membuat lebih banyak energi terpakai untuk menikmati liburan daripada di perjalanan.

2. Cocok dengan Anggaran Terbatas

Tidak perlu keluar uang untuk tiket transportasi seperti bus atau pesawat. Tinggal naik mobil atau motor saja untuk sampai di tempat akomodasi. Tidak perlu masuk ke tempat wisata mainstream, cukup berkeliling dan menikmati waktu rehat.

3. Pergerakan Ekonomi

Liburan staycation bisa jadi sebagai bentuk partisipasi dalam dukung UMKM dan ekonomi lokal. Dengan staycation di vila atau hotel lokal, mengunjungi kafe atau kedai kopi di sekitar, dan menikmati kuliner yang terlewatkan selama ini, sudah bisa dukung roda ekonomi.

Meski tentunya tidak mengeluarkan banyak uang untuk ke tempat wisata, setidaknya ada wisata kuliner dan tempat lainnya yang bisa dikunjungi saat staycation.

Staycation tren liburan jadi kegiatan yang bisa dipilih jika tidak punya banyak waktu dan ingin sejenak rehat dari rutinitas. Hanya perlu waktu singkat dan anggaran yang tidak banyak, maka sudah bisa refreshing dan menenangkan diri.